27 Pembunuh Produktivitas Paling Sadis dan Cara Mengatasinya

27 Pembunuh Produktivitas Paling Sadis dan Cara Mengatasinya

Published On January 30, 2013 | By Men-Id | Money

Selalu ada lebih banyak hal yang harus diselesaikan daripada banyaknya waktu untuk menyelesaikannya. Terkadang sampai banyak orang yang merasa 24 jam sehari tidaklah cukup. Satu pekerjaan baru saja diselesaikan, muncul 6 pekerjaan lainnya. Jika anda merasakan hal yang sama, mungkin itu tandanya produktivitas anda sedang diujung tanduk. Solusinya? Tentu saja dengan menggunakan waktu anda dengan lebih bijak.

Tetapi hal itu tidaklah mudah, terutama bila anda belum mengetahui apa penyebab rendahnya produktivitas tersebut. Di artikel ini Men-id akan membahas tentang 27 pembunuh produktivitas paling sadis yang pernah ada!

Apa yang Membunuh Produktivitas?

Secara umum ada beberapa kategori utama dari pembunuh produktivitas, yaitu:

Terlalu banyak hal yang harus dilakukan

Entah karena anda tidak bisa mengatakan “tidak”, tidak tahu cara melakukan sesuatu, atau tidak bisa melakukan sesuatu, semuanya membuat anda memiliki terlalu banyak hal yang harus dilakukan.

Semangat yang kuat, tetapi fisik yang lemah

Untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, tubuh anda memerlukan makanan dan energi yang cukup. Anda juga harus menjaga kesehatan dan kebugaran dengan melakukan latihan yang cukup.

Fisik yang kuat, tetapi semangat yang lemah

Sikap anda sangat dipengaruhi oleh semangat anda. Beberapa faktor seperti relationship, keuangan, jenis pekerjaan, dll, bisa membuat semangat anda lemah. Jika hal ini terjadi, tubuh yang kuat-pun tidak akan ada gunanya.

Selalu ada hari esok

Menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas. Sikap menunda seperti ini biasanya terjadi ketika anda mengalami sebuah halangan atau permasalahan dan ingin menyelesaikannya di lain waktu.

Gangguan yang selalu datang

Berbagai “gangguan” seperti email, chat, dan telepon yang selalu datang bisa membuat produktivitas anda turun. Bahkan gangguan dari teman atau sahabat atau meeting yang terlalu banyak juga bisa menjadi penyebab turunnya produktivitas.

Melakukan hal yang salah

Kejelasan adalah kekuatan tersendiri. Jika anda mengetahui dengan jelas apa yang anda inginkan, anda bisa mengatur strategi dengan benar dan melakukan action yang tepat sasaran. Tanpa kejelasan, yang anda lakukan cenderung tanpa arah. Anda hanya berputar-putar saja dan tidak kemana-mana.

Setelah mengetahui penyebab umum dari turunnya produktivitas, sekarang mari kita bahas satu per satu.

Terlalu Banyak Hal yang Harus Dilakukan

Dalam sehari hanya ada 24 jam, dan anda butuh tidur selama 7-8 jam untuk menjaga anda dalam level produktivitas maksimal. Anda juga butuh makan, istirahat, mandi, dan sosialisasi. Semuanya itu mungkin akan menyisakan 10 – 12 jam kerja bagi anda setiap harinya. Walaupun anda berupaya menjadi orang yang ultra produktif, tetapi sadarilah bahwa kapasitas anda cukup terbatas.

1. Mata Anda Lebih Besar dari Perut Anda

Saat melihat berbagai makanan lezat, biasanya seseorang ingin menghabiskan semua makanan yang mereka lihat. Tetapi sayangnya, perut mereka tidak cukup untuk diisi dengan semua makanan yang bisa dilihat oleh mata.

Hal ini juga sering terjadi dalam hal mengambil peluang atau pekerjaan. Seringkali anda merasa bahwa anda bisa menyelesaikan banyak hal, hingga berbagai job, order, peluang, atau pekerjaan yang ditawarkan anda ambil semuanya. Anda terlalu ambisius dan percaya diri bisa menyelesaikan semuanya. Sayangnya, kapasitas anda terkadang tidak sebesar dengan keinginan anda. Alhasil, pekerjaan anda tidak selesai..malah berantakan. Waktu anda pun menjadi habis untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk tersebut.

Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan:

Karena ada banyak job yang sudah terlanjur anda ambil, maka hal itu mungkin tidak bisa anda batalkan. Untuk menyelesaikannya, sebaiknya anda menolak dulu berbagai job, tawaran, atau order baru yang datang. Selesaikan dulu setiap job yang sudah anda ambil. Kedepannya, anda perlu memahami berapa kapasitas anda dan terima job atau tawaran sesuai dengan kapasitas maksimal anda.

Anda bisa meningkatkan kapasitas anda dengan merekrut pegawai untuk membantu anda. Ini memang akan meningkatkan pengeluaran anda, dan juga menghabiskan waktu pada awalnya untuk pelatihan. Tetapi jika anda mengaturnya dengan baik, memiliki karyawan bisa meningkatkan kapasitas dan produktivitas anda sekaligus.

Anda bisa menegosiasikan deadline setiap project yang telah anda terima. Hal ini bisa anda lakukan jika project yang sedang anda kerjakan termasuk project yang fleksibel. Segera hubungi klien anda dan jelaskan situasinya. Jika bisa, mintalah deadline dimundurkan sampai sekiranya anda bisa menyelesaikan project tersebut dengan optimal.

2. Anda Tidak Tahu Bagaimana Caranya Berkata “Tidak”

Reputasi anda ditentukan oleh pemenuhan janji anda. Jika anda meng-iya-kan setiap tawaran yang datang padahal anda tahu kapasitas anda tidak mencukupi untuk menyelesaikan semuanya, maka hasil kerja anda tidak akan maksimal. Ujung-ujungnya reputasi anda akan menjadi buruk.

Ketika ada tawaran dari klien anda, dan anda merasa bahwa kapasitas anda sudah tidak mencukupi lagi, ajak klien anda bicara dan katakan dengan sopan bahwa untuk saat ini kapasitas anda sudah penuh. Anda bisa kembali membicarakan tawaran tersebut ketika waktu dan kapasitas anda sudah tersedia lagi.

3. Anda Tidak Bisa Berkata “Tidak”

Ketika atasan meminta anda untuk melakukan sesuatu, itu bukanlah sebuah pilihan “ya” dan “tidak”. Anda bisa saja berkata “tidak”, tetapi hal itu bisa membuat anda dipecat! Jika memang semua perintah yang diberikan sangat urgent, maka cukup sulit untuk memprioritaskan satu per satu.

Untuk itu anda bisa mengajak atasan anda bicara dan menjelaskan tentang situasi yang anda alami. Biarkan atasan anda tahu bahwa anda sedang menghadapi banyak pekerjaan yang semuanya penting, dan sangat tidak mungkin untuk menyelesaikannya dalam rentang waktu yang diberikan.

Semangat yang kuat, tetapi fisik yang lemah

Jika anda tidak sedang dalam kondisi sehat..jika tubuh anda tidak mampu menjalankan setiap pekerjaan yang ingin anda lakukan..maka sesemangat apapun anda ingin mengerjakannya, maka pekerjaan tersebut tidak akan selesai. Kalaupun selesai, hasilnya tidak akan bisa optimal.

Beberapa alasan yang membuat tubuh anda lemah sehingga produktivitas anda turun antara lain:

4. Tidak Cukup Tidur

Setiap manusia, butuh 7-8 jam tidur setiap harinya agar siap untuk beraktivitas di keesokan hari. Anda tidak bisa terus menerus mengurangi waktu istirahat anda untuk lembur menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Tidur sangat penting bagi kelancaran produktivitas anda di keesokan harinya. Jadi agar produktivitas anda tetap berada di level tertinggi, pastikan anda selalu tidur selama 7-8 jam sehari.

5. Tidak Cukup Latihan

Kebugaran fisik sangatlah penting. Tidak hanya bisa membuat anda lebih kuat dan sehat, fisik yang bugar juga bisa menstimulus kreativitas dan aktivitas intelektual anda.

Pastikan anda berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Entah itu jogging pagi, fitness, bersepeda, atau aktivitas olahraga lainnya.

6. Terlalu Banyak Latihan Hingga Kelelahan

Overtraining bisa menyebabkan banyak hal buruk terjadi. Pastikan saat berlatih anda memakan nutrisi yang tepat dan punya waktu istirahat yang cukup.

7. Anda Tidak Makan Makanan yang Sehat

Makan makanan yang tidak sehat bisa menyebabkan tubuh anda lemah, kelebihan berat badan, dan gampang sakit. Pastikan setiap harinya anda terpenuhi dengan nutrisi yang sehat. Hindari terlalu sering makan fast food, terutama di malam hari.

8. Anda Tidak Memiliki Cukup Waktu untuk Diri Anda

Tubuh dan pikiran anda membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jika anda tidak memiliki cukup waktu bagi diri anda sendiri untuk beristirahat, hal itu akan menurunkan produktivitas total anda. Waktu bagi diri anda sendiri sangat penting untuk mengisi ulang energi anda.

9. Anda Sedang Sakit

Jika anda sedang sakit, jangan memaksakan diri untuk bekerja. Ambillah waktu istirahat total sampai anda benar-benar sembuh. Memaksakan bekerja saat sedang sakit hanya akan membuat kondisi kesehatan anda memburuk, dan hasil kerja anda pun tidak akan optimal.

Fisik yang kuat, tetapi semangat yang lemah

Memiliki fisik yang kuat tidaklah cukup untuk menjadi produktif. Diperlukan pikiran yang segar, emosi yang positif serta semangat yang kuat agar anda bisa lebih produktif. Berikut ini adalah hal-hal yang membuat semangat anda lemah dan produktivitas anda turun:

10. Apa yang Anda Lakukan Tidak Memotivasi Anda

Apakah anda merasa bahwa yang anda lakukan sangat membosankan dan menghabiskan banyak energi anda? Apakah anda merasa kesulitan untuk memotivasi diri setiap pagi untuk memulai hari-hari anda? Jika ya, maka anda tidak mencintai apa yang anda lakukan.

Salah satu cara singkat untuk menjadi produktif adalah dengan berbahagia, tertarik dan passionate terhadap apa yang anda lakukan. Biasanya kita suka terhadap apa yang kita bisa, dan kita bisa terhadap apa yang kita suka.

Temukan hal yang anda cintai, itulah bagian termudah untuk menjadi lebih produktif. Jika anda sudah menemukannya, temukan keahlian anda. Lalu pastikan anda melakukan sesuatu yang anda cintai dan anda kuasai.

11. Hubungan Pribadi Anda Kurang Harmonis

Frustasi, pertengkaran, dan hubungan pribadi yang kurang harmonis cukup banyak menguras tenaga dan pikiran. Jika hal ini terjadi pada anda, cobalah untuk lebih mencintai mereka, lebih mengerti mereka, lebih menghargai mereka, dan lebih bersyukur karena memiliki mereka.

Berdasarkan hukum timbal balik, dan juga insting manusia yang memang butuh untuk dicintai, Men-id yakin hubungan pribadi anda akan segera membaik.

12. Kondisi Finansial Anda Sedang Buruk

Memikirkan kondisi finansial yang sedang buruk juga menjadi salah satu sumber rusaknya produktivitas. Segera selesaikan utang anda, gunakan kartu kredit dengan bijak, dan atur kembali cashflow finansial anda. Seiring dengan membaiknya kondisi finansial, maka mood dan semangat anda pun akan ikut membaik pula.

13. Anda Terlalu Bergantung Pada Motivasi

Motivasi atau niat saja tidaklah cukup untuk menyelesaikan suatu hal. Motivasi memang tenaga yang cukup besar untuk memulai sesuatu, tetapi aksi-lah yang akan menyelesaikannya. Jangan hanya bergantung pada motivasi semata, karena motivasi biasanya hanya panas di awalnya saja. Setelah termotivasi, tambahkan aksi..dan anda akan kaget dengan hasil yang akan anda capai.

Selalu ada hari esok

Kebiasaan menunda pekerjaan adalah penyakit produktivitas yang paling ganas. Kebiasaan ini jika diteruskan bisa menjadi penyebab utama kegagalan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan kebiasaan menunda semakin menjadi parah.

14. Anda Ingin Pergi Keluar

Ada kalanya anda ingin pergi keluar, menikmati ramainya mall, atau menikmati indahnya pantai. Hal ini akhirnya menjadi alasan untuk menunda pekerjaan yang seharusnya anda selesaikan.

Jika anda ingin pergi keluar dan menikmati indahnya hari, atur jadwal anda dan lakukan pada hari libur. Di satu sisi anda akan tetap menikmati hari seperti yang anda inginkan, di sisi lain pekerjaan anda tidak akan terbengkalai.

15. Tidak Ada Urgency

Ketika anda mentargetkan sebuah tujuan dan tidak menetapkan batas waktu yang jelas, maka secara naluri biasanya anda akan mengerjakannya dengan santai. Bahkan ketika anda tahu batas waktunya masih lama, anda mungkin akan meninggalkan pekerjaan anda dan mengerjakannya di lain waktu.

Tetapkan deadline yang ketat dan masuk akal untuk setiap pekerjaan yang ingin anda selesaikan. Lalu, mulailah mengerjakannya sekarang.

16. Tidak Ada Akuntabilitas

Hal ini sering terjadi terhadap entrepreneur atau self employee. Karena tidak ada bos, atasan, atau rekan yang mengawasi, dengan mudah mereka akan menunda pekerjaan yang seharusnya diselesaikan hari ini. “Toh diselesaikan besok juga tidak ada yang bakal memarahi..”

Tetapi ingat bahwa hal ini tidaklah baik. Anda harus bisa menjadi pemimpin bagi diri anda sendiri, menjadi bos yang tegas bagi diri sendiri. Ketika anda sudah berkomitmen untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, selesaikanlah dengan segera tanpa ditunda-tunda..dengan atau tanpa ada yang mengawasi.

17. Anda Takut Gagal

Rasa takut adalah perasaan dasar yang dimiliki oleh manusia. Setiap orang memiliki rasa takut dalam hidupnya. Tetapi jika anda ingin menjadi orang yang berhasil, kurangilah rasa takut gagal. Takut gagal menjadi alasan utama banyak para pemilik ide cemerlang tidak mengeksekusi ide mereka. Hilangkanlah perasaan takut yang semu ini. Setiap orang pasti akan mengalami kegagalan, tetapi hal itu adalah proses menuju keberhasilan. Tidak ada kegagalan yang perlu untuk ditakuti.

18. Anda Tidak Tahu Harus Melakukan Apa

Tidak mengetahui apa yang selanjutnya anda lakukan setelah menyelesaikan sebuah pekerjaan juga bisa menyebabkan penyakit menunda-nunda menjadi kambuh. Setelah satu pekerjaan selesai, lakukan pekerjaan selanjutnya dengan segera. Jika anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan selanjutnya, berhentilah dan berpikirlah terlebih dahulu. Tentukan apa yang harus anda lakukan dan segera lakukanlah.

Gangguan yang selalu datang

Anda memiliki banyak hal yang harus diselesaikan, tetapi seringkali selalu saja ada hal-hal urgent yang datang secara tiba-tiba, membuat pekerjaan yang harus anda selesaikan menjadi terbengkalai. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal:

19. Gangguan

Di dunia yang semakin cepat dan modern ini, selalu saja ada gangguan yang hadir dalam berbagai bentuk. Email yang masuk, sms, chat dari teman, telepon, BBM, dll. Jika saat itu memang saat fokus anda untuk bekerja, maka sebaiknya silent handphone anda, tutup inbox email, dan log out Facebook, YM, dll terlebih dahulu. Kurangi gangguan tersebut dan fokuslah menyelesaikan apa yang harus anda selesaikan.

20. Batas yang Tidak Jelas

Hal ini seringkali terjadi jika anda bekerja di rumah. Batas saat anda bekerja dan bersantai kurang jelas. Walaupun anda bekerja di rumah, anda tetaplah bekerja. Beri tahu keluarga anda jika anda sedang fokus untuk bekerja. Jelaskan juga jam kerja anda kepada mereka. Saat anda bekerja, bekerjalah secara penuh..dan saat anda beristirahat, beristirahatlah secara penuh.

21. Tidak Ada Alokasi Waktu

Jika anda memiliki alokasi waktu selama 1 jam untuk mengecek email dan anda melakukannya selama 4 jam. Maka anda sudah mengerjakan hal lain dan mengesampingkan yang lainnya. Buatlah alokasi waktu yang jelas untuk setiap task dan patuhilah.

22. Terlalu Banyak Pertemuan dengan Teman

Waktu anda sangatlah berharga, begitu juga waktu teman-teman anda. Melakukan pertemuan yang terlalu banyak dengan teman seringkali membuat pekerjaan anda terganggu. Hal ini membuktikan bahwa ada “harga” di setiap pertemuan yang anda lakukan. Datanglah hanya di pertemuan yang relevan dengan anda dan lakukan pertemuan yang efektif.

Melakukan hal yang salah

Anda harus tahu dengan jelas, apa yang sebenarnya anda inginkan, bagaimana caranya menuju kesana, dan memiliki tim yang membantu anda menuju kesana. Beberapa hal yang membuat anda melakukan hal yang salah antara lain:

23. Anda Belum Tahu Apa yang Anda Inginkan

Sebelum mengejar dan memperjuangkan sesuatu, anda harus tahu dulu apa yang ingin anda kejar dan ingin anda perjuangkan. Anda harus tahu dengan jelas apa yang anda inginkan. Setelah anda tahu tujuan anda, anda bisa mengatur strategi, rencana, dan aksi untuk mengejar tujuan tersebut.

24. Tujuan Anda Belum SMARTER

SMARTER merupakan singkatan dari Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely, Emotional, dan Rewarding. Artinya, tujuan anda haruslah spesifik, bisa diukur, bisa dicapai, realistis, memiliki batas waktu, memiliki nilai emosional bagi anda, dan bermanfaat. Upayakan anda menggunakan konsep SMARTER ini dalam mencapai tujuan anda.

25. Anda Tidak Memiliki Strategi yang Tepat

Ketika anda sudah tahu dengan jelas apa yang anda inginkan dan telah memiliki tujuan yang SMARTER, anda memerlukan sebuah strategi dan rencana aksi yang tepat. Pastikan anda menyusun rencana yang tepat dan melaksanakan planning tersebut dengan disiplin tinggi.

26. Anda Tidak Menggunakan Kekuatan Prinsip Mastermind

Dalam bukunya Think and Grow Rich, Napoleon Hill mengenalkan prinsip Mastermind. Itu adalah prinsip dimana anda bisa belajar dari kemampuan dan pengalaman orang lain.

27. Anda Tidak Merencanakan Secara Rutin

Seiring dengan berjalannya waktu, prioritas menjadi berubah. Rencana anda akan mengikuti perubahan tersebut secara konstan, tetapi perencanaan itu sendiri tetaplah esensial. Selalu rencanakan kehidupan dan pekerjaan anda secara rutin. Planning yang telah usang tidak akan membawa anda mencapai tujuan anda.

Mungkin Anda Sudah Produktif, Tetapi Tidak Menyadarinya

Bisa jadi ternyata anda sudah menjadi orang yang produktif, tetapi anda tidak menyadarinya. Anda terlalu fokus untuk menyelesaikan task berikutnya dan tidak mengapresiasi bahwa anda telah menyelesaikan banyak task sebelumnya. Apresiasi keberhasilan kecil anda dengan berbagai hal yang menyenangkan hati anda.

Mungkin anda ingin makan di restoran sehat? Atau melakukan liburan singkat? Membeli baju baru? Jalan-jalan dengan kekasih? Apapun yang membuat anda senang dan itu positif, bisa menjadi hadiah kecil saat anda berhasil menyelesaikan berbagai task yang telah anda rencanakan.

Itulah ke-27 pembunuh produktivitas paling sadis dan cara untuk mengatasinya. Perlu diingat, tidak semua orang memiliki setiap masalah diatas. Anda harus menemukan mana yang sesuai dengan diri anda.

Like this Article? Share it!

Leave a Reply