12 Cara Membangun Bisnis Tanpa Mengesampingkan Keluarga
Mempertahankan dan menjaga keharmonisan keluarga tidaklah mudah. Perlu cinta, kasih, pengertian, dukungan, serta kepedulian. Membangun dan mengembangkan bisnis juga memerlukan kerja keras. Perlu ratusan bahkan ribuan jam perencanaan, tekanan, kerja, evaluasi, fokus, dsb. Baik bisnis dan keluarga membutuhkan waktu dan kerja keras yang tidak sedikit.
Saat dihadapkan pada bisnis dan keluarga, sebagian pria lebih mengesampingkan keluarga demi bisnisnya. Menurut Men-id hal itu kurang tepat untuk dilakukan. Oleh karena itu hari ini Men-id akan memberikan 12 cara membangun bisnis tanpa harus mengesampingkan keluarga.
1. Rencanakan bisnis anda di dekat keluarga
Merencanakan bisnis memang memerlukan waktu yang panjang. Seringkali karena kita sudah masuk dalam momentum ketertarikan dalam membangun bisnis, kita menjadi terlalu sibuk merencanakan bisnis sampai akhirnya tidak ada cukup waktu bagi keluarga.
Solusinya, sebisa mungkin rencanakan bisnis anda di dekat keluarga. Mungkin sambil menemani anak mengerjakan PR, atau sambil menemani istri yang sedang membaca. Bahkan anda juga bisa meminta saran kepada mereka. Hal ini akan membuat keluarga merasa tidak ditinggalkan karena anda terlalu sibuk saat merencanakan bisnis.
2. Jelaskan apa yang anda lakukan
Upayakan anda menjelaskan apa yang akan anda lakukan dengan bisnis tersebut. Ya..memang ada kalanya kita mengalami saat dimana menjelaskan sesuatu kepada pasangan kita, dan mereka terlihat bosan. Tetapi bosan atau tidak, jangan ragu untuk menceritakan rencana bisnis anda kepada keluarga. Bisnis membutuhkan dukungan, dan Men-id yakin keluarga anda akan mendukung anda ketika anda memerlukannya..terlebih jika mereka tahu apa yang sedang anda lakukan.
3. Jelaskan kenapa anda melakukannya
Tidak hanya apa yang anda lakukan, tetapi kenapa anda melakukannya juga penting diketahui oleh keluarga. Ketika sesuatu sedang berat dan sulit, terkadang keluarga bingung dan tidak mengerti tujuan dari kerja keras yang anda lakukan selama ini. Dengan selalu menjelaskan tujuan kenapa anda melakukannya, anda bisa membuat mereka mengerti, mendukung, dan mengetahui kenapa anda terus memperjuangkannya.
4. Biarkan mereka menjadi bagian bisnis
Jika memang mereka mau, biarkan keluarga anda menjadi bagian dari bisnis yang sedang anda jalankan. Jangan mementahkan ide dari pasangan anda hanya karena anda merasa lebih tahu segalanya tentang bisnis. Ketika anak anda memang sedang ingin membantu anda, carikan sesuatu yang bisa mereka kerjakan. Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi hal kecil seperti ini bisa membuat hubungan keluarga menjadi semakin erat.
5. Tentukan goal dan ajak keluarga untuk merayakan keberhasilan
Dalam setiap bisnis yang kita jalankan, pasti kita memiliki goal atau tujuan. Buat beberapa tujuan yang logis dan bisa diraih, kemudian ajak keluarga merayakannya saat anda berhasil meraih tujuan tersebut. Mungkin anda memang merasa yang bekerja paling banyak dalam mengeraih target tersebut, tetapi jangan lupa bahwa keluarga juga ikut andil dalam mendukung setiap kerja keras yang anda lakukan.
6. Dengarkan kekhawatiran mereka dan ajak bicara
Tidak ada sesuatu yang pasti di dalam bisnis. Mungkin anda tahu kekhawatiran anda apa, atau bahkan anda percaya dan yakin dengan rencana bisnis yang sudah anda susun. Tetapi apakah anda tahu seperti apa kekhawatiran pasangan anda? Apakah anak anda juga mengkhawatirkan hal yang sama?
Rangkul mereka, ajak mereka semua jujur untuk menceritakan kekhawatiran mereka. Tidak masalah jika anda belum memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan mereka. Selama anda bertanya apa kekhawatiran mereka, dan anda menjelaskan juga apa yang anda rasakan, hal itu sudah cukup untuk semakin mendekatkan anda dan keluarga.
7. Ingat, mereka bukanlah anda
Mudah bagi anda untuk terus termotivasi selama 18 jam sehari dan terus tertarik dengan bisnis yang anda jalankan setiap harinya. Hal itu terjadi karena memang bisnis tersebut adalah passion anda, sesuatu yang anda sukai. Tetapi ingat bahwa keluarga anda bukanlah anda.
Mereka terkadang memiliki passion sendiri yang mungkin berbeda dengan passion yang anda miliki. Untuk itu jangan marah atau down ketika anda terus menerus menceritakan bisnis dan passion anda, lalu pasangan anda bilang “Duh..jangan ngomongin itu terus kenapa..bosen aku ndengernya..hari ini udah ke-11 kalinya anda ngomongin itu..”. Ingat, keluarga anda bukanlah anda.
8. Atur jam kerja anda (dan patuhilah itu!)
Hal ini mungkin terdengar simple. Tetapi akui saja, ini sulit sekali untuk dilakukan. Ketika anda mengatur jam kerja dari jam 8:00 hingga jam 16:00, apakah anda pernah benar-benar berhenti bekerja setelah jam 16:00? Mungkin seringkali tidak. Masih ada ini..itu..hal ini..hal itu..dan berbagai urusan yang mungkin ingin anda selesaikan.
Hal tersebut mungkin memang bagus untuk bisnis anda, karena urusan bisa beres tepat waktu. Tetapi bagi keluarga, hal ini kurang tepat untuk dilakukan. Atur jam kerja anda dan patuhi jam kerja tersebut. Jika memang waktu kerja anda sudah habis, matikan komputer atau hal lain yang berhubungan dengan bisnis anda. Kemudian segeralah bergabung dengan keluarga yang sudah lama menunggu.
9. Pastikan tujuan anda searah dengan tujuan keluarga
Mungkin pada awal mengembangkan bisnis, tujuan anda memang searah dengan tujuan keluarga. Tetapi ingat, seiring waktu berjalan..keluarga juga berubah.
Anak anda semakin bertumbuh dewasa, kini mereka sudah memiliki tujuan.
Setiap anggota keluarga semakin matang dan ada sedikit perubahan tujuan
dsb
Berbagai perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu tersebut menuntut anda untuk menyesuaikan lagi tujuan bisnis dan tujuan keluarga.
Ajak keluarga anda duduk dan berbicara. Tanyakan apa pendapat mereka tentang arah dan tujuan bisnis yang sedang anda lakukan. Ketahui apakah ada ketertarikan atau keinginan anak anda yang bertambah semakin dewasa. Pastikan tujuan bisnis anda tetap searah dengan tujuan keluarga. Lakukan “kalibrasi” paling tidak setahun sekali.
10. Ingatkan mereka bahwa kerja anda sangatlah penting, tetapi tidak lebih penting dari mereka.
Hal ini sangat penting untuk dilakukan bagi anda yang berbisnis di rumah dan memiliki anak yang masih kecil. Berbisnis di rumah seringkali membuat anggota keluarga tidak bisa membedakan kapan saat anda kerja dan kapan saat anda sedang senggang.
Selalu ingatkan kepada mereka bahwa waktu kerja anda sangatlah penting demi kelancaran dan kelangsungan bisnis anda. Tetapi jelaskan juga bahwa anda akan menghentikan kerjaan anda jika memang mereka membutuhkan bantuan.
Biarkan setiap anggota keluarga tahu bahwa anda membutuhkan waktu khusus untuk bekerja dan tidak ingin diganggu untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Tetapi jika ada hal penting yang mereka butuhkan, pastikan mereka mengerti bahwa anda siap terjun membantu mereka.
Hal ini juga berhubungan erat dengan jam kerja yang anda tentukan (poin 8). Pastikan setiap anggota keluarga tahu jam kerja anda.
11. Ajari anak anda seiring dengan berjalannya waktu
Bisnis adalah proses pembelajaran secara terus menerus. Setelah anda memperoleh pelajaran baru dari pengalaman anda menjalankan bisnis tersebut, pastikan anda juga mengajarkan hal itu kepada anak anda. Selain untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan anak anda, hal ini juga penting sebagai ikatan yang kuat antara anak dan ayah.
12. Jangan sembunyikan kekhawatiran dan masalah anda
Tidak ada bisnis yang berjalan tanpa rintangan dan masalah. Berbagai perlengkapan bisnis yang mahal rusak secara tiba-tiba, karyawan kepercayaan menipu habis-habisan, penjualan yang turun secara drastis, dan berbagai tantangan lainnya akan terus berdatangan.
Jika hal itu terjadi, jangan sembunyikan kekhawatiran dan masalah yang sedang anda hadapi. Pastikan keluarga tahu tentang apa yang sedang anda alami. Jujur dan terbukalah dengan mereka.
Men-id tahu hal ini sulit untuk dilakukan, entah karena harga diri, perasaan takut, atau ingin membuat keluarga merasa aman dan tidak khawatir. Tetapi percayalah bahwa terbuka dengan keluarga adalah pilihan terbaik yang bisa anda lakukan.
Jangan mencoba menyelesaikannya sendirian. Jika anda sedang dalam kesulitan dan keluarga tahu keadaan anda yang sebenarnya. Mereka akan mendukung anda dan hal itu penting untuk kelangsungan bisnis serta kedekatan antar anggota keluarga.














