Mitos dan Fakta Diet: Kebenaran Dibalik Kesalahpahaman
Apakah anda sedang berdiet? Mungkin anda banyak mendengar tentang mitos dan kesalahpahaman dalam berdiet. Jadi kali ini Men-Id akan membahasnya sehingga anda tidak akan ragu lagi dalam berdiet.
Apakah telur meningkatkan kadar kolesterol?
Penyakit kolesterol erat hubungannya dengan penyakit jantung, dan ini adalah salah satu penyakit yang memiliki banyak korban di Indonesia. Tidak terbatas pada usia, penyakit ini bisa merenggut usia tua ataupun muda. Pada kuning telur ada kadar tinggi kolesterol dan ini dapat meyebabkan penyakit jantung. Apakah mitos ini benar adanya? Sebagian besar kolesterol timbul dari lemak jenuh, telur tidak tinggi lemak jenuh dan dengan begini telur dapat dimasukkan kedalam diet sehat tanpa meningkatkan kadar kolesterol.
Apakah kopi menyebabkan dehidrasi?
Penelitian mengatakan bahwa kopi jika dikomsumsi dalam jumlah sedang tidak akan menyebabkan hilangnya cairan di dalam tubuh. Nah bagaimana jumlah sedang yang dimaksut disini? Nilai sedang kopi adalah kadar kafein yang di komsumsi setiap hari tidak lebih besar dari 250 mg sedangkan untuk satu cangkir kopi biasanya mengandung sekitar 75 mg kafein.
Apakah ada makanan yang dapat membakar lemak?
Mungkin anda sering mendengar makanan yang dapat membakar lemak seperti gingseng, teh hijau, jeruk, cabai atau rempah-rempah dapat membantu proses pembakaran lemak. Yang benar menurut penelitian adalah makanan ini dapat membantu meningkatkan metabolisme, kenaikan ini sebenarnya kecil sehingga tidak ada perbedaan. Sayangnya ini sebuah mitos dan bukan fakta, karena tubuh menyesuaikan dengan perubahaan dengan demikian beberapa saat metabolisme akan hilang.
Adakah hal efektif hanya untuk menghilangkan lemak di perut?
Sangat disesalkan Men-Id menjawab tidak ada, kenyataannya adalah tidak ada cara untuk menghilangkan lemak lokal. Data yang ada menunjukkan bahwa latihan spot atau teknik lainnya (menggunakan krim, ikat pinggang, sauna, dll) tidak didasarkan pada kenyataan. Krim yang digunakan tidak dapat menembus jaringan lemak dan latihan dapat melatih otot, tetapi tidak bisa membakar lemak di atas otot.
Apakah sering makan meningkatkan metabolisme?
Ini mungkin paling sering anda dengar bahwa banyak makan dapat meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Ada bukti sejak tahun 1997, makan 3 kali sehati sama dengan 6 kali sehari, 16 tahun kemudian pendapat ini masih sama. Sebuah peneliti di Inggris diperiksa apakah sering makan bisa mengurangi lemak? Penilitan tersebut membandingkan 2 orang diet yang makan dengan jumlah kalori sama. Yang pertama terdiri dari 3 kali makan berat dan 3 kali makan ringan, yang satunya terdiri dari 3 kali makan berat saja. 8 minggu kemudian berat badan yang turun ternyata sama, tidak ada perbedaan ketika makan dengan kalori yang sama. Tentu ini merupakan fakta penting bagi orang-orang yang tidak bisa makan 6 kali sehari, entah karena pekerjaan atau gaya hidup mereka.
Bagaimana menurut anda dengan mitos dan fakta diet diatas? Apakah membantu anda untuk tetap bisa berdiet?














