Cara Berhenti dari Pekerjaan tanpa Merusak Relasi Kerja

Cara Berhenti dari Pekerjaan tanpa Merusak Relasi Kerja

Published On March 7, 2013 | By Men-Id | Manly Skills

Tidak jarang orang yang mengundurkan diri dari pekerjaan atau ingin mengubah karir, tetapi akhirnya malah merusak relasinya dengan sang atasan, rekan kerja, atau sahabat satu kantornya. Memang ada banyak hal yang membuat ini terjadi, misalnya saja:

  • Atasan anda merasa kecewa dengan keputusan anda untuk mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan lain.
  • Atasan anda merasa kecewa karena harus membuka lowongan kerja lagi untuk pengganti anda dan melakukan training lagi kepada orang yang baru.
  • Sahabat anda kecewa karena anda terkesan meninggalkan mereka.
  • dan masih banyak lagi contoh alasan lainnya.

Apapun resikonya, jika memang keputusan anda untuk berhenti dan mengundurkan diri dari pekerjaan anda sudah bulat, anda tetap harus menghadapinya.

Namun demikian, Men-id memiliki beberapa tips bagaimana agar anda bisa berhenti dari pekerjaan tanpa harus merusak relasi kerja anda. Ini sangatlah penting, karena dunia sungguh kecil dan anda tidak akan tahu kapan anda akan bekerja sama lagi dengan atasan atau rekan kerja anda di kemudian hari.

Jika anda bisa berhenti dari pekerjaan tanpa merusak hubungan kerja anda, maka jika suatu saat anda harus bekerja sama dengan mereka lagi, anda bisa bekerja sama dengan baik tanpa ada beban apapun.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk berhenti dari pekerjaan tanpa harus merusak relasi kerja anda:

1. Katakan Jauh-jauh Hari Sebelumnya

Jangan pernah mendadak saat mengundurkan diri. Biasanya setiap kantor memiliki aturan tersendiri di dalam kontrak yang mengatur tata cara tentang pengunduran diri.

Ingat, atasan anda perlu waktu untuk memproses pengunduran diri anda, mencari orang baru sebagai pengganti anda, dan menyelesaikan proses pengunduran diri dengan semulus mungkin.

Mengundurkan diri secara mendadak dan tiba-tiba bisa membuat anda terkesan tidak respect terhadap atasan, rekan kerja, dan komitmen anda sendiri kepada perusahaan tempat anda bekerja.

Berikan surat pengunduran diri anda minimal 2 minggu sebelum anda ingin keluar dari perusahaan tersebut. Dengan memberikan waktu yang cukup kepada perusahaan anda, maka hubungan anda dengan atasan dan rekan kerja bisa tetap terjalin dengan baik.

2. Beritahu Bos Anda Sebelum Orang Lain

Tidak peduli seberapa percaya dan seberapa akrab anda dengan rekan kerja anda lainnya, pastikan anda memberitahu bos anda terlebih dahulu sebelum memberitahu orang lain. Jadikan bos anda orang yang pertama kali tahu kalau anda berencana ingin mengundurkan diri.

Hati-hati juga dengan status anda di social media. Sebaiknya jangan mengumumkan rencana pengunduran diri anda melalui social media, apalagi jika banyak rekan kerja anda yang menjadi Friends anda di social media.

Jangan sampai bos anda tahu dari orang lain bahwa anda ingin mengundurkan diri. Jangan sampai saat anda berkata ingin mengundurkan diri, bos anda menjawab: ”
Ya..saya sudah tahu.”

Hargai bos anda. Saat anda ingin mengundurkan diri, beritahu bos anda terlebih dahulu..baru teman-teman anda lainnya.

3. Bersiaplah untuk Menjawab Berbagai Pertanyaan

Saat anda mengajukan pengunduran diri, bersiaplah untuk menjawab berbagai pertanyaan dari atasan anda.

Apakah anda memiliki rencana lain?

Tidak jarang atasan yang akan bertanya kepada anda tentang rencana anda setelah keluar dari pekerjaan itu. Siapkanlah jawaban atas pertanyaan tersebut, jelaskan apa rencana dan project yang mungkin akan anda lakukan pasca berhenti dari pekerjaan anda.

Bagaimana jika mereka menawarkan sesuatu?

Jika anda berharga bagi perusahaan, tidak jarang akan ada tawaran khusus untuk menjaga anda tidak keluar dari perusahaan tersebut. Apakah anda akan tetap bekerja di perusahaan tersebut jika gaji anda dinaikkan 5 juta? 10 juta? Tambahan hari libur?

Sebaiknya anda mengatakan “tidak” terhadap setiap tawaran tersebut. Mengatakan “ya” hanya akan membuat anda terlihat plin-plan.

Tetapi jika anda tidak mampu menolak tawaran yang menggiurkan tersebut, pastikan anda juga menjelaskan apa saja yang anda inginkan, dan jangan mengatakan “Ya” sebelum perjanjian tersebut dibuat.

Jika tidak ada hal yang membuat anda tertarik untuk tetap bekerja disana, katakan pada bos anda bahwa anda sangat menghargai setiap tawarannya, tetapi anda memiliki peluang baru yang tidak bisa anda lewatkan.

Apakah anda bersedia tinggal lebih lama lagi?

Bos anda mungkin akan meminta anda untuk berkerja lebih lama lagi, mungkin seminggu atau dua minggu untuk menyelesaikan semuanya. Apakah anda bisa melakukannya? Dan kalaupun anda bisa, apakah anda mau melakukannya? Jawablah dengan tegas sehingga anda tidak menyesal nantinya.

Apakah anda siap untuk berhenti hari ini?

Jika bos anda meminta anda untuk langsung berhenti, apakah anda sudah siap? Segera bereskan barang-barang anda dan bawa pulang barang pribadi anda. Ketika anda sudah keluar dari pintu kantor, mungkin akan sulit bagi anda untuk mengambil berbagai hal yang tertinggal.

4. Pastikan Percakapan Tetap Singkat dan Positif

Saat berbicara dengan bos anda, pastikan anda melakukannya dengan to the point. Anda tidak harus berbicara panjang lebar tentang berbagai hal. Anda juga tidak harus mengatakan secara spesifik tentang pekerjaan atau project terbaru anda. Katakan saja “Ini adalah tawaran yang tidak bisa saya tolak, sehingga saya harus memberitahukan ini dengan segera.”

Jika anda keluar karena tidak suka dengan kondisi pekerjaan anda saat ini, jangan pernah menyalahkan perusahaan atau atasan anda. Dunia cukup sempit, suatu saat bisa saja anda akan bekerja sama lagi dengan atasan atau perusahaan anda. Yang perlu anda katakan misalnya adalah “Saya ingin melakukan lebih banyak hal tentang mengajar, dan di pekerjaan baru saya, saya memiliki tanggung jawab dan kesempatan untuk melakukannya”

Jika anda merasa perusahaan anda kurang menantang, anda bisa mengatakan “Saya sudah siap untuk melakukan berbagai tantangan baru, dan ini adalah kesempatan sekaligus tantangan yang baik bagi saya”

Ingat, pastikan semua percakapan tetap dalam koridor yang singkat dan positif.

5. Tulis Surat Pengunduran Diri Secara Formal

Tidak semua pekerjaan memerlukan surat pengunduran diri, terkadang anda cukup mengatakannya secara langsung kepada atasan anda. Tetapi jika memang diperlukan, maka membuat surat pengunduran diri secara formal adalah keputusan yang bijak. Pastikan surat pengunduran diri anda singkat, padat, jelas, dan formal. Yang penting anda sertakan bahwa anda ingin mengundurkan diri dan kapan anda ingin terakhir bekerja.

6. Jangan Bertindak Seolah Ingin Segera Kabur

Banyak orang yang akan mengundurkan diri bertindak seolah mereka ingin kabur. Setelah memberitahu atau mengirimkan surat pengunduran diri mereka, kinerja mereka menurun, santai, dan bahkan kerja asal-asalan karena sudah jelas tidak akan bekerja lagi disitu. Jangan pernah melakukan hal ini!

Pastikan anda tetap menyelesaikan tanggung jawab anda yang tersisa sebaik mungkin. Bukan hanya karena anda masih dibayar oleh perusahaan, tetapi juga untuk memastikan anda keluar kerja dengan catatan yang positif.

Jangan memulai project baru anda sebelum anda benar-benar keluar dari pekerjaan anda saat ini. Tinggalkan kantor dengan kesan sebaik mungkin. Buat mereka sedih karena harus kehilangan anda, dan buat mereka rindu untuk bekerja sama dengan anda di kemudian hari.

7. Jangan Menjelekkan Mantan Rekan Kerja Anda di Social Media

Walaupun anda sudah keluar dari pekerjaan dan perusahaan dimana anda bernaung, jangan pernah menjelekkan perusahaan, mantan atasan, atau mantan rekan kerja anda di social media. Hal ini tidak hanya akan merusak hubungan anda dengan mantan rekan kerja anda, tetapi juga bisa menjadi boomerang bagi anda di pekerjaan baru dan rekan kerja baru anda.

8. Berpamitan dengan Ramah Kepada Setiap Rekan Kerja Anda

Jika anda memiliki rekan kerja yang benar-benar anda senang bekerja sama dengan mereka, maka luangkan waktu untuk berpamitan dengan ramah kepada mereka.

Anda juga bisa mengirimkan email ke setiap rekan kerja anda, dan mengatakan bahwa anda telah keluar dari pekerjaan anda (tidak perlu menjelaskan alasannya). Sertakan pula detail contact anda seperti email, no telepon, profile Facebook atau LinkedIn, dsb.

Anda juga sebaiknya mengirimkan pesan personal yang anda tulis dengan tangan, khusus untuk rekan kerja yang dekat dengan anda. Jelaskan betapa anda menikmati waktu saat anda bekerja sama dengan mereka. Berikan apresiasi personal tentang kualitas mereka yang membuat pekerjaan anda dulu jauh lebih mudah dan menyenangkan. Katakan juga bahwa anda berharap untuk tetap bisa berhubungan dengan baik dan tetap saling kontak.

Itulah ke-8 cara berhenti dari pekerjaan tanpa harus merusak hubungan anda dengan semua rekan kerja anda.

Apakah anda pernah mengundurkan diri dari pekerjaan? Bagaimana prosesnya? Adakah tips yang bisa anda bagikan dengan pengunjung Men-id lainnya? Bagikan di kolom komentar dibawah ini.

Like this Article? Share it!

Leave a Reply