Apakah Multitasking Dianjurkan?

Apakah Multitasking Dianjurkan?

Published On February 13, 2013 | By Men-Id | Motivation

Berapa lamakah anda bekerja selama satu minggu? Apakah 40 jam? Amerika rata-rata bekerja 47,5 jam dalam seminggu, ini belum jam tambahan pekerjaan yang diberikan di rumah. Jumlah ini menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation. Karena jam yang dihabiskan orang-orang Amerika sangat banyak untuk bekerja, mereka mulai mengakalinya dengan melakukan multitasking. Tahukah anda apa itu multitasking? Multitasking adalah melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Apakah anda pernah melakukan multitasking untuk pekerjaan anda? Apakah itu benar-benar bisa dilakukan? Apakah mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tingkat kualitas yang sama?

Mungkin banyak diantara anda bertanya demikian, ada juga banyak yang memberikan jawaban atau pendapat yang berbeda. Ada yang berkata bahwa multitasking adalah suatu ide cemerlang untuk menyingkat waktu pekerjaan yang mereka lakukan. Sedangkan ada yang berpendapat kalau multitasking tidak bisa dilakukan, karena orang harus fokus terhadap satu tugasnya sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Jadi mana yang benar menurut anda? Menurut Men-Id keduanya sama-sama benar terngantung dari mana pandangan menjawabnya. Berikut alasannya:

Multitasking baik untuk:

  • Tugas-tugas yang sederhana – Multitasking dapat dilakukan bila anda melakukan tugas yang sederhana seperti makan sambil mengetik.
  • Menunggu – Menunggu adalah hal paling membosankan, namun anda bisa membuat waktu menunggu tersebut lebih efektif. Ketika anda menunggu ini adalah hal yang baik untuk multitasking.
  • Mengatasi gangguan – Ketika di kantor, anda akan banyak menerima gangguan berkali-kali dari banyak orang. Ini akan melatih keterampilan anda dalam hal berhenti dan memulai.

Multitasking buruk untuk:

  • Pemikiran mendalam – Anda tidak bisa melakukan multitasking bila tugas yang anda kerjakan membutuhkan pikiran yang mendalam.
  • Menunda – Orang yang melakukan multitasking sering mencari cara untuk mengalihkan dari tugas satu ke tugas lain.
  • Efisiensi – Karena sudah terbiasa melakukan multitasking, mereka menciptakan kesibukan yang tidak perlu untuk dilakukan. Otak mereka sudah terbiasa melakukan beberapa hal sekaligus. Selain itu otak mereka juga disuruh untuk berpikir lebih dulu ketika ingin melakukan sesuatu.
  • Bersantai – Seseorang melakukan multitasking sebenarnya untuk membuat dirinya agar bisa lebih bersantai, namun sebenarnya ketika sudah bersantai mereka akan mencari kesibukan karena keterbiasaan otak.

Jadi apakah multitasking dianjurkan? Menurut Men-Id tergantung dari keperluannya. Jika anda berpikir dapat melakukannya disaat yang tepat maka lakukanlah. Saran Men-Id jangan lakukan multitasking pada hal-hal yang memerlukan banyak konsentrasi.

Like this Article? Share it!

Leave a Reply